Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL. Tampilkan semua postingan

Minggu, 06 Januari 2013

ARTIKEL INGGRIS

Ada artikel ni.. bagus banget, aku dapatnya dari tugas B. Inggris 2 dari Pak Totok(dosenku)                         

          Do we need alternative education for the young?

Indonesian parents are still not given enough room to manage educational programs for the young based on our aspirations, needs and interests. Homeschooling, for instance, is considered as an alternative for better education for the kids, which is now a common phenomenon in the country, is not yet recognized. As a result, when we are attempting to homeschool a child, he/she will most likely be in trouble in the future as he/she enters formal education due to its questionable legal status.
In the U.S. and Canada, homeschooling has been legalized and accommodated in their school system. For parents who want to homeschool their children, the school district by law, has the obligation to provide parents with the necessary things to help them carry the educational program at home.
The school district will provide the right curriculum along with books, and other teaching facilities. Parents are also entitled to have their children get tested by the schools when they need the academic credential and recognition at any level the children have achieved.
    The idea of homeschooling in the U.S. was first introduced to respond to the societal needs of school choice. The public school system was then considered unable to properly carry out its main mission providing the youngsters with a safe and healthy environment so that they could develop their intellectual, social and spiritual competencies.
    People became skeptical and almost lost confidence in the public school system until it came up with this new idea of educating the young at home. Here, homeschooling is a new phenomenon, as an alternative education. It is still far beyond the Ministry of National Education's agenda.

Rabu, 12 Desember 2012

ARTIKEL

Problematika HAM, Delinkuensi di Era Globalisasi

                                               (Oleh: Melan, Eni, Titis, Indah)

Era globalisasi, era dimana kebebasan telah menjadi dasar yang digunakan manusia dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Setiap orang sudah memiliki kebebasan mutlak dalam bertindak, berbicara dan berpartisipasi di era serba moderen ini. Derajat telah disamaratakan tanpa diskriminasi dan perbedaan. Jenis kelamin tidak lagi menjadi tembok untuk berkembang. Warna kulit telah diabaikan di setiap komunikasi. Hak dan kewajiban telah bersatu menjadi bagian dari setiap masyarakat.
Namun demikian tidak semua orang mempraktekkan hal-hal tersebut dalam setiap aktivitasnya. Terlihat masih banyak penyimpangan dan perselisihan yang diakibatkan oleh gender, diskriminasi warna kulit, materi, sehingga tidak heran celaan terjadi di banyak tempat. Padahal dengan mempersoalkan perbedaan tersebut, akan sangat merugikan keharmonisan antar masyarakat. Apalagi sampai menghubungkan ke masalah genetik. Dan lagi sadarkah mereka bahwa telah mutlak setiap manusia memiliki Hak Asasi Manusia?
Namun, terkadang di abad ke 21 ini semua seperti serba salah. Rakyat di berikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) malah menjadikannya sebagai ajang meminta-minta. Busway dengan tujuan utama untuk mengatasi masalah transportasi malah menjadi tempat pelecehan seksual. Bahkan demo-demo yang diwarnai aksi brutal terus bergejolak di setiap depan kantor pemerintah. Apakah semua itu bisa dikatakan ‘hak’ mereka?

Selasa, 11 Desember 2012

MENULIS

Apa Pentingnya Menulis?


Tidak semua orang bisa mengungkapkan perasaannya lewat lisan, mereka lebih suka menulis. Semua itu lebih bermanfaat daripada kita lewat lisan tetapi tidak mengena kepada orang yang kita tuju. Menulis itu dianggap hal yang sulit, bahkan tidak penting. Bahkan banyak orang yang beranggapan. Menulis itu tidak penting, bahkan tidak berpengaruh.
133820839679330437
Banyak orang yang mendapatkan beasiswa melalui karya tulis ilmiah, banyak orang yang berpenghasilan besar, karena suka menulis artikel ilmiah atau artikel opini dikoran-koran. Mereka hanya duduk didepan PC dan kemudian menuangkan ide-ide mereka diselembar kertas, atau berlembar-lembar kertas. Lewat goresan tinta itu mereka meraup uang.

Senin, 10 Desember 2012

KATA MUTIARA

--> (melan)
Kamut atau kata-kata mutiara memang buaaanyyaakk banget. Tapi, kalau yang satu ini, koleksiku(melan)  boleh juga dijadikan tambahan walau kadang sudah ada yang pernah dengar . Baca bareng-bareng yuuks..
À      Kreatif merupakan salah satu alat keberhasilan.
À      Jangalah merasa paling hebat, karena masih ada langit di atas langit.
À      Berhati-hatilah dengan ucapan, karena satu kata bisa melumpuhkan keadaan.
À      Cahaya ilmu akan memudar bila digunakan untuk duniawi saja.
À      Satu musuh lebih terasa dibanding seribu teman.

Minggu, 09 Desember 2012

MEDIA PEMBELAJARAN


mau bikin media pembelajaran??? susah-susah gampang jelas dirasa ya ga??tapi mungkin ini ada sedikit contoh media pembelajaran,,let's cek \^^/

MEDIA PEMBELAJARAN
(Melan Kusumandari)


Mata Pelajaran        : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
Kelas / Semester    : IV / 1

1.  JUDUL MEDIA
Daur hidup hewan.
2 .  KOMPETENSI  DASAR
Mendiskripsikan daur hidup beberapa hewan dilingkungan sekitar.
3.  BAHAN
        Kertas manila 3 lembar.

Sabtu, 08 Desember 2012

KENDURI

                
                 Kenduri di Brosot Galur Kulon Progo
                                                                                                            
    1.    Pelaksanaan Upacara
Genduren (kenduri) adalah tradisi berkumpul yang dilakukan oleh beberapa orang biasanya laki-laki dengan tujuan berdoa meminta kelancaran atas segala sesuatu yang dihajatkan dari sang penyelenggara yang mengundang orang-orang sekitar untuk datang genduren. Genduren bisa berwujud selamatan syukuran atau bisa juga bisa berwujud selamatan peringatan. Selamtan syukuran misalnya syukuran karena anaknya akan menikah, syukuran telah berdirinya rumah baru,dll. Sedangkan selamatan peringatan contohnya selapanan, mitoni, dll. 
Dalam melaksanakan genduren ada orang sebagai pemimpin do’a sekaligus yang mengikrarkan hajat  tuan rumah. Seorang pemimpin itu biasa disebut sebagai Mbah Kaum. Jadi, “genduren” ini bisa didefinisikan sebagai perbuatan ‘doa berjamaah’ dengan seorang Imam dan  sebagai media pemberitahuan untuk masyarakat sekitar bahwa tetangganya ada yang sedang memiliki hajat. Tujuannnya adalah agar mendapatkan banyak doa restu demi kelancaran.